
Garuda Indonesia Dapat Peringkat idBBB dari PEFINDO, Outlooknya Negatif
Gemilang-Tours.Com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menetapkan peringkat korporasi pada level “idBBB” dengan prospek (outlook) negatif untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Peringkat yang berlaku untuk periode 15 April 2026 hingga 1 April 2027 ini didasarkan pada evaluasi atas laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 serta proyeksi kinerja perseroan.
Peringkat itu diumumkan ke publik 29 April 2026. Prospek negatif disematkan karena maskapai dinilai rentan terhadap volatilitas harga bahan bakar yang didorong oleh masalah geopolitik. Kondisi ini dinilai dapat semakin menekan profil keuangan perseroan yang saat ini masih lemah.
Meski demikian, peringkat ini tetap didukung oleh peran strategis Garuda Indonesia bagi Pemerintah Indonesia, posisi bisnis yang kuat, serta jaringan rute yang komprehensif, meskipun diimbangi oleh persaingan pasar yang ketat dan sifat industri penerbangan yang sangat siklikal.
Merespons hasil pemeringkatan tersebut, Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menyatakan bahwa stabilitas peringkat pada level idBBB ini menjadi indikator penting atas progres transformasi yang dijalankan perseroan.
“Pemeliharaan peringkat ini mencerminkan penguatan fundamental keuangan yang kami jalankan secara konsisten dan terukur mulai dari pengelolaan likuiditas, efisiensi biaya, hingga optimalisasi pendapatan. Di tengah tekanan industri global yang masih berlanjut, capaian ini menjadi sinyal bahwa arah transformasi kami sudah on the track,” ujar Thomas.
Lebih lanjut, Thomas menjelaskan bahwa perbaikan fundamental kinerja keuangan perseroan tercermin dari posisi ekuitas yang kembali positif sebesar USD 91,9 juta per akhir 2025, serta peningkatan kas dan setara kas menjadi USD 943,4 juta. Perbaikan ini memperkuat fleksibilitas keuangan Garuda Indonesia dalam menjaga kesinambungan operasional.
Garuda Indonesia memandang optimis prospek usaha ke depan yang akan dijaga melalui enam pilar transformasi, meliputi Service Transformation & Customer Experience, Branding Transformation, Business Transformation, Operational Transformation, Digital Transformation, dan Human Capital Reinvention.
“Kami akan terus menjaga momentum perbaikan kinerja ini secara konsisten. Fokus kami tidak hanya pada stabilitas jangka pendek, tetapi juga memastikan keberlanjutan bisnis melalui struktur keuangan yang semakin sehat dan resilient melalui berbagai inisiatif yang kami jalankan,” tegas Thomas.
Sebagai informasi, dalam klasifikasi PEFINDO, peringkat “idBBB” secara umum menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kapasitas yang memadai untuk memenuhi komitmen finansial jangka panjangnya dibandingkan obligor Indonesia lainnya. Namun, profil kredit ini tetap sensitif dan rentan terhadap tekanan eksternal seperti kondisi ekonomi, bisnis, atau volatilitas geopolitik global yang memburuk.
Sementara itu, prospek atau outlook negatif menandakan adanya potensi peringkat diturunkan dalam jangka menengah. PEFINDO mencatat penurunan peringkat dapat terjadi jika kinerja operasional GIAA melemah secara material akibat penurunan permintaan penumpang, tekanan yield, atau lonjakan biaya seperti bahan bakar yang berujung pada melemahnya profitabilitas dan arus kas. Penilaian ulang juga dapat terjadi jika terdapat indikasi berkurangnya dukungan dari pemerintah.
Sebaliknya, prospek tersebut dapat direvisi menjadi stabil tanpa adanya perubahan peringkat apabila Garuda Indonesia mampu menunjukkan peningkatan ketahanan pada profil operasional dan keuangannya, sehingga risiko dari volatilitas harga bahan bakar dan siklus industri menjadi lebih terkendali.
“Kami dapat menurunkan peringkat jika kinerja operasional melemah secara material akibat melemahnya permintaan penumpang, tekanan yield (imbal hasil), atau peningkatan biaya yang signifikan, terutama dari volatilitas harga bahan bakar yang berkepanjangan, yang berakibat pada melemahnya profitabilitas dan penciptaan arus kas,” demikian pernyataan PEFINDO.
Peringkat PEFINDO dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu Investment Grade (Layak Investasi) dan Non-Investment Grade (Bersifat Spekulatif/Risiko Tinggi). Peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang menunjukkan kemampuan perusahaan yang superior atau sangat superior untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya relatif terhadap perusahaan Indonesia lainnya.
Sementara peringkat idBBB menunjukkan kemampuan yang memadai untuk memenuhi kewajiban keuangan. Akan tetapi, kondisi ekonomi atau bisnis yang memburuk kemungkinan besar akan melemahkan kemampuan perusahaan tersebut. idBBB merupakan batas bawah dari kategori layak investasi.
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
082243886433 -
Whatsapp
082243886433 -
Email
marketing@gemilang-tours.com


Belum ada komentar