10 Makanan Khas Indonesia Timur yang Menggugah Selera
8 October 2026 4x Berita

10 Makanan Khas Indonesia Timur yang Menggugah Selera
Gemilang-Tours.Com – Makanan khas Indonesia Timur menawarkan cita rasa yang berbeda dari kuliner di wilayah lain di Indonesia. Didominasi oleh hasil laut segar, sagu, serta rempah-rempah lokal, setiap hidangan mencerminkan kekayaan alam dan budaya masyarakat setempat.
Mulai dari Papua, Maluku, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Timur, Anda dapat menemukan beragam makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki cerita dan tradisi yang menarik.
Ciri Khas Makanan Indonesia Timur
Berbeda dengan kuliner dari wilayah barat Indonesia yang banyak menggunakan santan dan bumbu yang kaya, makanan khas Indonesia Timur lebih menonjolkan cita rasa alami dari bahan-bahan utamanya.
Karakter kuliner tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis kawasan timur Nusantara yang dikelilingi perairan kaya akan hasil laut, sehingga ikan, udang, cumi, dan berbagai jenis seafood menjadi bahan utama dalam banyak hidangan.
Selain hasil laut, beberapa daerah juga memanfaatkan sagu sebagai makanan pokok yang dipadukan dengan aneka lauk khas. Bumbu yang digunakan umumnya lebih sederhana, seperti kunyit, kemangi, daun jeruk, cabai, dan jeruk nipis, sehingga rasa segar dan gurih dari bahan utama tetap terasa.
Perpaduan bahan lokal, rempah pilihan, dan teknik memasak yang diwariskan secara turun-temurun inilah yang membuat kuliner Indonesia Timur memiliki cita rasa autentik sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
10 Jenis Makanan Khas Indonesia Timur
Perjalanan Anda ke Indonesia Timur belum lengkap tanpa mencicipi kekayaan kulinernya. Berikut beberapa makanan khas Indonesia Timur yang tidak boleh dilewatkan dan wajib dicoba.
1. Papeda (Papua dan Maluku)
Papeda merupakan makanan khas Papua dan Maluku yang dibuat dari tepung sagu yang dimasak hingga bertekstur kenyal menyerupai gel. Makanan ini biasanya disajikan bersama ikan kuah kuning berbumbu kunyit, tongkol, atau tuna sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih, segar, dan sedikit asam.
Jika ingin mencicipinya saat berada di Jayapura, Anda dapat berkunjung ke Kedai Panento, Jalan Tanah Hitam, Distrik Abepura. Seporsi papeda dengan kuah kuning suwir tuna umumnya dibanderol mulai dari Rp60.000.
2. Ayam Woku (Sulawesi Utara)
Ayam Woku merupakan salah satu hidangan khas Sulawesi Utara yang dimasak menggunakan aneka rempah seperti kunyit, serai, daun jeruk, daun pandan, cabai, dan kemangi. Perpaduan rempah tersebut menghasilkan rasa gurih, pedas, sekaligus harum.
Anda dapat mencicipi Ayam Woku di berbagai rumah makan khas Manado, RM Cari Rica, Malalayang dengan harga mulai dari Rp35.000-Rp60.000.
3. Ikan Kuah Kuning (Maluku dan Papua)
Ikan Kuah Kuning menjadi hidangan favorit masyarakat Maluku dan Papua. Masakan ini menggunakan ikan laut segar, seperti kakap, tongkol, atau tuna yang dimasak bersama kunyit, serai, daun kemangi, dan perasan jeruk nipis.
Rasanya gurih dengan kuah yang segar dan sedikit asam sehingga sangat cocok disantap bersama papeda atau nasi putih. Harga satu porsinya biasanya mulai dari Rp50.000 di Restaurant Yougwa yang terletak di Jl. Raya Abepura, Sentani, Papua.
4. Udang Selingkuh (Papua)
Udang Selingkuh merupakan kuliner khas Wamena yang memiliki ukuran besar dengan capit menyerupai kepiting. Karena bentuknya yang unik, masyarakat setempat menjulukinya sebagai “udang selingkuh”.
Udang ini biasanya dibakar atau direbus sehingga menghasilkan rasa manis alami dengan tekstur daging yang padat. Anda dapat menemukannya di berbagai rumah makan di Wamena maupun Jayapura, dengan harga mulai sekitar Rp80.000-Rp150.000 per porsi, tergantung ukuran udangnya.
5. Se’i (Nusa Tenggara Timur)
Se’i merupakan olahan daging asap khas Nusa Tenggara Timur yang awalnya menggunakan daging rusa. Namun, kini Sei lebih banyak dibuat dari daging sapi, babi, atau ayam. Daging diiris memanjang, dibumbui, lalu diasap menggunakan kayu kosambi sehingga menghasilkan aroma smoky yang khas dengan tekstur yang empuk dan cita rasa gurih. Biasanya, Sei disajikan bersama sambal lu’at yang pedas dan segar.
Salah satu tempat yang paling populer untuk menikmati Sei di Kupang adalah Depot Se’i Aroma, yang dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner favorit wisatawan maupun warga lokal. Seporsi Sei dibanderol mulai sekitar Rp50.000-Rp150.000, tergantung jenis daging dan porsinya.
6. Uta Dada (Sulawesi Tengah)
Uta Dada merupakan hidangan tradisional khas suku Kaili di Sulawesi Tengah yang menggunakan ayam kampung sebagai bahan utama. Ayam dimasak bersama santan, bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, dan berbagai rempah hingga menghasilkan kuah yang gurih dengan aroma rempah yang kuat. Hidangan ini kerap disajikan saat acara adat maupun perayaan keluarga.
Jika berkunjung ke Palu, Anda dapat mencicipi Uta Dada di rumah makan khas Kaili, seperti Rumah Makan Khas Kaili Mbok Bengi, yang dikenal menyajikan berbagai hidangan tradisional Sulawesi Tengah. Harga seporsinya umumnya berkisar Rp35.000-Rp55.000.
7. Dange (Sulawesi Tenggara)
Dange merupakan makanan tradisional berbahan dasar sagu yang dipanggang menggunakan cetakan khusus hingga bagian luarnya renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut. Masyarakat pesisir Sulawesi Tenggara biasanya menyantap Dange sebagai pengganti nasi bersama ikan bakar, ikan kuah, atau hidangan laut lainnya.
Untuk mencicipinya, Anda dapat mengunjungi rumah makan tradisional di Wakatobi atau Pulau Muna, seperti warung makan lokal di kawasan Wangi-Wangi. Satu porsi Dange umumnya dijual mulai dari Rp10.000-Rp20.000, tergantung lauk yang dipilih.
8. Suami (Maluku)
Suami merupakan makanan pokok masyarakat Maluku yang dibuat dari sagu yang dipadatkan dan dikukus hingga berbentuk kerucut. Rasanya cenderung netral dengan tekstur yang padat sehingga cocok disantap bersama ikan kuah kuning, ikan bakar, maupun olahan seafood khas Maluku.
Anda dapat menemukan Suami di berbagai rumah makan tradisional di Ambon, salah satunya Rumah Makan Sari Gurih, yang terkenal menyajikan hidangan khas Maluku. Harga Suami biasanya berkisar Rp10.000–Rp20.000, sedangkan paket dengan lauk dibanderol mulai sekitar Rp35.000.
9. Kue Lontar (Papua)
Kue Lontar merupakan kudapan khas Papua yang sekilas menyerupai pie susu, tetapi memiliki ukuran lebih besar. Kue ini dibuat dari adonan tepung dengan isian campuran susu kental manis, telur, dan mentega yang menghasilkan rasa manis, lembut, dan creamy. Kue Lontar sering disajikan saat perayaan keluarga maupun hari besar keagamaan.
Jika ingin membawanya sebagai oleh-oleh, Anda dapat membeli Kue Lontar di Toko Roti Abon Gulung Pawai, toko kue lokal, maupun pusat oleh-oleh di Jayapura dan Fakfak. Harganya umumnya mulai dari Rp65.000 hingga Rp200.000 per loyang.
10. Sambal Colo-Colo (Maluku)
Colo-colo merupakan sambal khas Maluku yang dibuat dari irisan cabai, tomat, bawang merah, serta perasan jeruk nipis. Berbeda dengan sambal yang diulek, Colo-colo memiliki tekstur segar dengan rasa pedas, asam, dan sedikit manis sehingga sangat cocok dipadukan dengan ikan bakar atau aneka hidangan laut.
Salah satu tempat yang terkenal untuk menikmati hidangan dengan sambal Colo-colo adalah Rumah Makan Sari Gurih di Ambon, yang menyajikan berbagai menu seafood khas Maluku. Seporsi ikan bakar dengan sambal Colo-colo umumnya dibanderol mulai Rp50.000-Rp90.000, tergantung jenis ikannya.
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
082243886433 -
Whatsapp
082243886433 -
Email
info.liburanceria@gmail.com



Belum ada komentar